Paket KPR OCBC NISP 2019

KPR OCBC NISP merupakan layanan pinjaman jaminan sertifikat rumah, apartemen, rumah, tanah, villa, dan condotel (condominium hotel) dari bank OCBC NISP. Di tahun 2019, tidak banyak bank yang memberi pinjaman KPR untuk membeli villa / condotel, dan untung KPR OCBC NISP memberikan solusi.

KPR NISP memberikan pinjaman mulai dari Rp 150 juta dan tenor maksimal 25 tahun. Suku bunga KPR OCBC NiSP 2019 terendah adalah 7.99% per tahun untuk masa promosi 1 tahun.

OCBC KPR memiliki produk KPR Kendali OCBC NISP yang cicilan bunga per bulannya bisa lebih murah daripada KPR OCBC Reguler, karena saldo tabungan Anda dianggap menjadi pengurang pokok pinjaman KPR, sehingga angsuran per bulannya pun berkurang.

Proses pengajuan KPR OCBC cukup cepat yaitu 3 hari untuk karyawan dan 4 hari untuk pengusaha. Proses tersebut dihitung setelah berkas dokumen lengkap hingga KPR OCBC disetujui.

Jika Anda menginginkan KPR yang sesuai dengan syariat Islam, ajukan KPR OCBC NISP Syariah.

Daftar isi:


Bunga KPR OCBC NISP 2019

Nama PaketFixed #1Masa Fixed #1 
KPR OCBC NISP Konvensional Fix 1 Tahun7,99%1Simulasi KPR
Take Over KPR OCBC NISP 2019 Konvensional Fix 1 Tahun7,99%1Simulasi KPR
OCBC NISP KPR 2019 Fix 2 Tahun Konvensional9,00%2Simulasi KPR
KPR OCBC NISP Syariah MMQ Fix 2 Tahun9,00%2Simulasi KPR
KPR Take Over OCBC NISP 2019 Konvensional Fix 2 Tahun9,00%2Simulasi KPR
KPR Take Over OCBC NISP 2019 MMQ Fix 2 Tahun9,00%2Simulasi KPR
KPR OCBC NISP 2019 Konvensional Fix 3 Tahun9,25%3Simulasi KPR
KPR OCBC NISP Syariah MMQ Fix 3 Tahun9,25%3Simulasi KPR
OCBC NISP Take Over KPR 2019 Konvensional Fix 3 Tahun9,25%3Simulasi KPR
OCBC NISP Take Over KPR 2019 MMQ Fix 3 Tahun9,25%3Simulasi KPR

Jenis Kredit Rumah / Apartemen / Ruko / Tanah OCBC NISP

Jenis Kredit Jaminan Properti OCBC NISPMax TenorCatatan

KPR Bank NISP Pembelian Rumah

25 tahun

  • Tenor yang diajukan max 2 tahun sebelum masa kadaluarsa SHGB. Jika tenor yang diambil melebihi masa expiry SHGB, maka SHGB harus diperpanjang / ditingkatkan menjadi SHM.
  • Bisa untuk beli kos-kosan (hanya untuk pengajuan oleh pengusaha)
  • Sertifikat properti a.n. perusahaan (PT) bisa diproses
  • Tidak bisa jual-beli antara orangtua dan anak

KPR Bank NISP Pembelian Ruko / Rukan / Apartemen / SOHO

20 tahun

  • Usia apartemen max 40 tahun ketika KPR jatuh tempo (jadwal lunas)

KPR Bank NISP Pembelian Villa di Bali / Kios / Condominium hotel

15 tahun

  • Usia condominium hotel max 40 tahun ketika jatuh tempo KPR

Kredit Pemilikan Tanah (KPT OCBC)

10 tahun

  • Lokasi di dalam perumahan yang developernya telah bekerjasama dengan OCBC
  • Bisa Take Over tanah

Kredit Konstruksi & Renovasi Rumah OCBC NISP

10 tahun

 

Kredit Multi Guna (KMG OCBC)

15 tahun

  • Dana bisa untuk keperluan konsumtif apapun

Take Over Jual Beli (TOJB) KPR OCBC NISP

25 tahun

  • Adalah pembelian pakai KPR di mana penjual juga masih KPR (KPR penjual bisa di OCBC NISP, atau bisa juga di bank lain)
  • Suku bunga TOJB = suku bunga KPR OCBC jual beli

Take Over KPR OCBC NISP Murni + Top Up (top up = opsional)

  • Rumah = 25 tahun
  • Ruko / Rukan / Apartemen / SOHO = 20 tahun
  • Bisa Take Over dari BPR
  • Adalah pemindahan kredit dari bank lain ke OCBC NISP

Top Up KPR OCBC (Nasabah Existing)

25 tahun

  • Minimal sudah 1 tahun KPR di bank lain atau di OCBC NISP

Ada 2 jenis KPR OCBC NISP :

  • KPR Kendali OCBC NISP

KPR Kendali OCBC NISP adalah KPR yang terhubung dengan tabungan Tanda KPR Kendali. Sebesar 80% dana di tabungan akan mengurangi (offset) pokok pinjaman KPR, sehingga bunga yang dibayar akan berkurang.

Contoh: Jika sisa pinjaman KPR OCBC Anda 800 juta, dan Anda punya tabungan di Tanda Kendali sebesar 100 juta, maka KPR Anda hanya dikenakan bunga untuk pinjaman sebesar = 800 juta - 80% x 100 juta = 800 juta - 80 juta = 720 juta.

Artinya, kalkulasi bunga Anda untuk bulan itu seakan-akan Anda hanya pinjam 720 juta dari OCBC, bukan 800 juta.

Paket KPR OCBC NISP Kendali mirip dengan KPR CIMB Niaga Xtra Manfaat yang juga menghitung 80% x saldo tabungan untuk mengurangi pokok pinjaman KPR CIMB, dan bisa dihubungkan ke 8 rekening Tabungan CIMB Niaga (lebih banyak dari NISP yang hanya bisa diasosiasikan ke 1 rekening Tabungan OCBC NISP).

 

  • KPR OCBC NISP Reguler / Konvensional

KPR OCBC Reguler tidak terintegrasi dengan tabungan Tanda KPR Kendali, sehingga tidak akan ada pokok pinjaman tanpa kena bunga.

Contoh perbandingan jumlah bunga yang dibayar per tahun :

KPR Kendali OCBC NISPKPR OCBC NISP Reguler
  • Pokok pinjaman = Rp 800 juta
  • Bunga KPR OCBC = 7.99% /tahun
  • Saldo tabungan KPR OCBC = Rp 100 juta
  • Pokok pinjaman = Rp 800 juta
  • Bunga KPR OCBC = 7.99% /tahun


Beban bunga KPR Kendali OCBC yang harus dibayar per tahun

= [Rp 800 juta - (80% x Rp 100 juta)] x 7.99%

= Rp 57.52 juta

Beban bunga KPR OCBC konvensional yang harus dibayar per tahun

= Rp 800 juta x 7.99%

= Rp 63.92 juta

Opsi menyimpan dana di Tabungan combo KPR ini memang bisa menarik, terutama jika dilakukan setelah KPR memasuki masa suku bunga floating yang bunganya relatif tinggi. Analogi lain untuk mempermudah kalkulasi keuntungan Paket KPR Kendali NISP adalah suku bunga Tabungan OCBC = 80% x suku bunga KPR NISP saat itu. Contoh:

  • Jika sudah memasuki masa suku bunga floating = 12.5%, maka kita bisa anggap bahwa suku bunga Tabungan OCBC NISP = 80% x 12.5% = 10% (jauh lebih menguntungkan daripada suku bunga deposito).
  • Jika masih di dalam periode suku bunga fixed = 8%, maka suku bunga Tabungan OCBC bisa dianggap = 75% x 8% = 6% (lebih baik menabung di deposito Maxi Saver Jenius 7% per tahun)

 

Biaya-biaya OCBC NISP KPR

Pengajuan OCBC KPR tidak gratis karena ada biaya-biaya yang harus dibayar di awal, seperti:

  • Biaya taksasi / appraisal : Rp 750 ribu
  • Biaya administrasi :
    • Tenor ≤ 10 tahun = 0.1% dari plafon kredit (min Rp 250 ribu)
    • Tenor > 10 tahun = 0.1% dari plafon kredit (min Rp 500 ribu)
  • Provisi :
    • Tenor ≤ 10 tahun = 1% dari plafon kredit
    • Tenor > 10 tahun = 1.5% dari plafon kredit
  • Asuransi jiwa & kebakaran : Bervariasi tergantung umur pengaju KPR dan faktor-faktor lainnya
  • Biaya notaris : Sesuai ketentuan notaris
  • Biaya Akta Pengikatan Kredit : Sesuai ketentuan yang berlaku

 

Plafon Pinjaman KPR Bank NISP

Minimal plafon pinjaman KPR OCBC NISP Rp 150 juta, dan maksimum LTV (rasio Loan to Value) KPR rumah OCBC NISP = 90%. Artinya, jika rumah yang ingin Anda beli seharga Rp 200 juta, maka maksimum pinjaman KPR NISP sebesar 90% x Rp 200 juta = Rp 180 juta. 

Simulasi KPR OCBC NISP di atas berlaku jika nilai appraisal OCBC NISP = harga beli rumah tersebut. Jika nilai appraisal < harga properti, maka besar pinjaman pun akan ikut turun. Pada skenario ini, misalkan harga properti Rp 200 juta, tapi hasil appraisal = Rp 190 juta, maka maksimal pinjaman = 90% x 190 juta = Rp 171 juta. Besar Down Payment (DP) rumah yang harus dibayarkan adalah selisih dari harga properti dengan pinjaman yang diberikan KPR NISP. 

Berdasarkan nilai LTV, minimal harga properti untuk mengajukan KPR NISP = Rp 166.6 juta. Berikut rasio LTV KPR OCBC NISP : 

Max LTV KPR OCBC & Take Over OCBC NISP
Jenis PropertiLuas Bangunan (m²)Ke-1Ke-2 dstKe-3 dst

Rumah

Tipe > 70

90%

85%

80%

 

Tipe ≤ 70

85%

80%

75%

Apartemen

Tipe > 70

90%

85%

80%

 

Tipe ≤ 70

85%

80%

75%

Ruko / Kos-kosan

80%

80%

75%

Tanah

70%

65%

60%

 

LTV KMG OCBC NISP (max)
Jenis KreditKe-1Ke-2Ke-3 dst

KMG

70%

65%

60%

 


Syarat KPR OCBC NISP

Syarat Umum KPR OCBC NISP 

Kondisi Pengajuan KPR OCBC NISPSyarat KPR OCBC NISP

Kewarganegaraan

WNI (Warga Negara Indonesia)

Usia minimum

21 tahun / sudah menikah

Usia maksimum saat kredit berakhir

  • Karyawan = 58 tahun
  • Professional & wirausaha = 70 tahun

Pekerjaan

  • Karyawan
  • Professional
  • Wirausaha
  • PNS

Pekerjaan yang tidak bisa diproses pengajuan KPR-nya

  • Freelancer
  • Pengusaha batu bara
  • Pengusaha perkebunan kelapa sawit

Gaji / Penghasilan Minimal

Rp 5.000.000 /bulan (sebelum termasuk joint income)

Metode pembayaran angsuran

Auto-debit dari rekening tabungan OCBC NISP

 

Syarat Gaji Pengajuan KPR OCBC 

Gaji / penghasilan gabungan bulanan minimal Rp 5 juta untuk mengajukan KPR di OCBC NISP. Tetapi, sebenarnya banyak kriteria lain yang perlu dicermati tentang penghasilan bulanan untuk pengajuan KPR OCBC NISP, yaitu :

  • Rp 5.000.000 /bulan (sebelum digabung joint income dengan suami/istri)
  • Gaji tunai bisa diperhitungkan asalkan tertera di SPT (laporan pajak)
  • Bonus tahanan bisa diperhitungkan asalkan tertera di SPT (laporan pajak)
  • Tunjangan sertifikasi guru bisa diperhitungkan
  • Penghasilan dari bunga deposito tidak bisa diperhitungkan

Selain penghasilan bulanan, besarnya pengeluaran rutin Anda juga diperhitungkan oleh bank OCBC. Walaupun gaji sudah memenuhi syarat (Rp 5 juta), belum tentu aplikasi KPR OCBC NISP Anda disetujui, karena tim analis OCBC NISP perlu juga membandingkan besar pengeluaran bulanan + cicilan KPR OCBC NISP supaya bisa menentukan risiko gagal bayar. 

Anda bisa kalkulasi simulasi KPR OCBC sendiri memakai konsep DBR (Debt Burden Ratio), yaitu rasio antara angsuran KPR dibagi penghasilan bulanan (joint income). DBR di OCBC juga dipengaruhi oleh LTV pada skenario KPR Anda (lihat tabel LTV). Syarat DBR berbentuk persentase maksimum cicilan KPR OCBC NISP :

  • Untuk LTV ≤ 50% :
    • Jika gaji ≤ Rp 10 juta, max cicilan = 50% x gaji
    • Jika gaji Rp 10 juta - Rp 25 juta, max cicilan = 65% x gaji
    • Jika gaji > Rp 25 juta, max cicilan = 75% x gaji 
  • Untuk LTV > 50% - 70% :
    • Jika gaji ≤ Rp 10 juta, max cicilan = 40% x gaji
    • Jika gaji Rp 10 juta - Rp 25 juta, max cicilan= 55% x gaji
    • Jika gaji Rp 25 juta - Rp 100 juta, max cicilan= 65% x gaji
    • Jika gaji Rp > 100 juta, max cicilan = 70% x gaji 
  • Untuk LTV > 70% - 85% :
    • Jika gaji ≤ Rp 10 juta, max cicilan = 40% x gaji
    • Jika gaji Rp 10 juta - Rp 25 juta, max cicilan = 50% x gaji
    • Jika gaji Rp 25 juta - Rp 50 juta, max cicilan = 60% x gaji
    • Jika gaji Rp 50 juta - Rp 100 juta, max cicilan = 65% x gaji
    • Jika gaji Rp > 100 juta, max cicilan = 70% x gaji 
  • Untuk LTV > 85% :
    • Jika gaji ≤ Rp 10 juta, max cicilan = 35% x gaji
    • Jika gaji Rp 10 juta - Rp 25 juta, max cicilan = 45% x gaji
    • Jika gaji Rp 25 juta - Rp 50 juta, max cicilan = 55% x gaji
    • Jika gaji Rp 50 juta - Rp 100 juta, max cicilan = 60% x gaji
    • Jika gaji Rp > 100 juta, max cicilan = 65% x gaji

Cara paling mudah untuk cek apakah gaji Anda memenuhi syarat DBR adalah melakukan perhitungan KPR OCBC NISP menggunakan skenario tenor terpanjang OCBC NISP yaitu 25 tahun, yang angsuran bulanannya tentu lebih kecil dari tenor 5 tahun, sehingga memberikan Anda kemudahan untuk mencicil.

 

Syarat Dokumen KPR OCBC NISP

Dokumen Pengajuan KPR OCBC NISPKaryawanPengusahaProfesional

Formulir Aplikasi Permohonan Kredit yang ditandatangani calon pengaju KPR

YA

YA

YA

KTP yang masih berlaku untuk calon pengaju KPR dan pasangan, atau bukti perpanjangan KTP yang dapat diverifikasi (fotokopi)

YA

YA

YA

Kartu Keluarga (alamat KK sesuai KTP) (fotokopi)

YA

YA

YA

Dokumen pernikahan (fotokopi) :

  • Akta Nikah (jika status menikah)
  • Akta Cerai / Akta Kematian (jika status Duda / Janda)
  • Akta Pisah Harta (Jika status menikah dan pisah harta)

YA

YA

YA

NPWP pemohon (fotokopi)

YA

YA

YA

Surat Pernyataan Calon Pengaju KPR perihal semua fasilitas kredit beragunan properti (baik pinjaman yang sedang dicicil, maupun yang sedang dalam proses pengajuan permohonan termasuk di Bank lain)

YA

YA

YA

Surat Keterangan (SK) Kerja dari Perusahaan (fotokopi), atau :

  • SK Pengangkatan Karyawan / SK lainnya yang diterbitkan Perusahaan
  • Kontrak Kerja / Surat Penawaran Kerja

YA

-

-

Akta Kelahiran (jika nama pengaju KPR terdiri dari 1 kata atau terdapat singkatan pada nama debitur) (fotokopi)

YA

YA

YA

Bukti lunas DP berupa kuitansi DP / bukti transfer DP / kuitansi / surat keterangan lunas (pembayaran DP wajib via transfer antar-bank. Bisa print bukti transfer sendiri setelah transfer via internet banking)

YA

YA

YA

Slip Gaji 1 bulan. Alternatif lain (pilih satu) :

  • Surat Keterangan Penghasilan
  • SPT PPh pasal 21
  • Kontrak Kerja
  • Surat kenaikan gaji dari Perusahaan

YA

-

-

Rekening tabungan / rekening koran 3 bulan terakhir (bulan terbaru dapat mundur 2 bulan dari bulan pengajuan kredit (fotokopi)

YA

YA

YA

Rekening bank (fotokopi) :

  • Jika pendapatan berbasis non-komisi / Non Commission Based (NCB) = 3 bulan terakhir
  • Jika pendapatan berdasarkan komisi / Commission Based (CB) = 6 bulan terakhir

YA

-

-

Rekening tabungan / rekening koran atas nama calon Debitur / pasangan dan / atau Perusahaan minimal 3 bulan terakhir (fotokopi)

-

YA

(Non Kontraktor)

YA

1. Rekening tabungan / rekening koran atas nama calon Debitur / pasangan atau Perusahaan minimal 6 bulan terakhir (fotokopi),

DAN / ATAU

2. Surat Perintah Kerja (SPK) 1 (satu) tahun ke belakang dan/atau sedang berjalan (fotokopi)

-

YA (Kontraktor)

-

Akta yang mencantumkan kepemilikan dan kepengurusan terakhir (untuk PT / CV) (fotokopi)

YA

YA

YA

Dokumen Eksistensi Usaha (fotokopi) (pilih satu) :

  • SIUP atau dokumen sejenisnya
  • TDP atau dokumen sejenisnya
  • SK Domisili
  • Surat keterangan dari pengelola gedung
  • Surat Sewa Menyewa tempat usaha
  • SPK (Surat Perintah Kerja)
  • Kontrak Kerjasama Usaha (Contoh : Perjanjian Franchise)
  • Akta Perusahaan terbaru, yang menunjukkan komposisi pemegang saham dan kepengurusan (khusus badan usaha hukum

-

YA

-

Syarat keterangan lainnya (fotokopi) (pilih satu) :

  • Surat Ijin Praktek
  • SK Pengangkatan dari instansi terkait
  • Surat Keterangan dari instansi terkait

-

-

YA

Dokumen agunan :

  • Sertifikat tanah :
  • Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
  • Akte Jual Beli (AJB) (fotokopi)
  • Akta Pemberian Hak Tanggungan-APHT atau SKMHT
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Sertipikat Hak Tanggungan (SHT)
  • Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) (fotokopi)
  • Surat Tanda Terima Setoran (STTS) (fotokopi)

YA

YA

YA